POROSMAJU.COM, JAKARTA – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyalurkan beras murah hasil impor melalui operasi pasar beras murah, Selasa, 20 Maret 2018. Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti, mengungkapkan pada operasi tersebut, 400 ton beras disalurkan untuk masyarakat.
“Kami campur semua (beras dalam negeri dan beras impor) di dalam operasi pasar yang akan berlangsung dari Senin ini hingga menjelang bulan Ramadan mendatang,” ujar Djarot.
Operasi pasar ini dilakukan untuk menanggulangi harga beras medium yang takkunjung turun sejak awal tahun lalu. Karena itu, beras tersebut , kata Djarot, akan dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Meski campur impor, harganya tetap harus sesuai HET. Mungkin ada beras dengan kualitas medium minus sedikit itu akan kami jual Rp8.600 per kg,” jelas Djarot.
Bulog juga akan tetap melakukan operasi pasar dengan beras golongan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hanya saja, CBP pemerintah tercatat sudah minus dalam bulan ini.
Djarot membeberkan, data Bulog per 12 Maret 2018 menunjukkan CBP dalam keadaan defisit 27.888 ton, sehingga pemerintah harus meminjam beras Bulog terlebih dahulu.
Stok tersebut didapat dari CBP awal tahun yakni sebesar 232.804 ton yang digunakan untuk bantuan darurat 1.180 ton dan operasi pasar sebesar 259.513 ton.
Meski demikian, Djarot menjamin stok beras Bulog masih aman untuk mendukung dua operasi pasar tersebut. Saat ini, Bulog masih memiliki persediaan sebanyak 590 ribu ton.
Operasi Pasar Murah, Bulog Campur Beras Lokal dan Beras Impor
Read Also
Rektor Unismuh Buka Ta’aruf Mahasiswa Baru PUTM 2024 dengan Visi Integrated Green-Islamic-Futuristic
Porosmaju.com, Makassar – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan…