Example 728x250
Berkhas

Matikan Ponsel, Nyalakan Buku!

7
×

Matikan Ponsel, Nyalakan Buku!

Share this article
Example 468x60

Mari Matikan Handphone, Nyalakan Buku
POROSMAJU.COM, Membaca buku ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Butuh kemauan dan tekad yang keras untuk membaca karena setidaknya ada beberapa penyakit yang harus dilawan oleh pembaca buku.
Penyakit malas, jenuh, bosan dan kadang-kadang mengantuk adalah beberapa di antaranya. Apalagi di zaman modern, perangkat teknologi lebih digemari oleh masyarakat ketimbang buku.
Berselancar di dunia maya, main game, dan nonton youtube adalah beberapa di antara mainan manusia modern yang penggemarnya semakin lama semakin banyak saja.
Ini berbeda dengan kegemaran membaca buku yang cenderung stagnan. Tidak ada peningkatan minat baca masyarakat dari tahun ke tahun.
Data dari statista.com periode januari 2018 menunjukkan sebuah fakta bahwa 44 persen populasi masyarakat dewasa Indonesia menggunakan ponsel pintar untuk mengambil foto dan video. Sementara itu, hanya tiga persen yang menggunakannya untuk membaca buku maupun majalah digital.
Selaras dengan data UNESCO yang menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen atau 1 berbanding 10.000. Kita kalah telak dari masyarakat Jepang yang minat bacanya mencapai 15-18% buku per tahun.
Hal tersebut menyebabkan Indonesia berada di posisi kedua terakhir dalam hal minat baca. Tepatnya urutan ke-60 dari 61 negara.
Selain sulit dan membosankan, kita juga dihadapkan pada kenyataan bahwa membaca buku tidak selalu gratis. Harga buku juga tidak murah bahkan relatif mahal untuk masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
Sedangkan ponsel pintar, walaupun tidak gratis, tapi harganya semakin hari semakin murah. Ditambah fitur yang semakin lengkap dan semakin canggih.
Cukup dengan membeli paket internet yang juga murah, siapa pun bisa berselancar sepuasnya di dunia maya melalui ponsel pintar.
Hampir tidak ada tempat untuk buku dalam kehidupan sehari-hari manusia modern karena semua waktu dalam sehari sudah dikuasai oleh makhluk bernama ponsel pintar.
Anak kecil hingga orang tua, di desa maupun di kota, semua orang tergila-gila pada ponsel pintar. Maka tidaklah mengherankan jika masyarakat hari ini mengalami krisis berat  hampir di segala bidang kehidupan, mulai dari rumah tangga sampai pada level negara.
Dalam perkembangannya, tak ada sesuatu yang revolusioner yang diciptakan oleh pelaku industri buku untuk menggenjot minat baca masyarakat, kecuali harga buku yang semakin mahal.
Ini berbeda dengan industri ponsel pintar yang beberapa tahun terakhir selalu membuat gebrakan revolusioner yang membuat semua orang semikin tergila-gila padanya. Buktinya bisa kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.
Selama ini juga tidak ada upaya yang luar biasa dari pemerintah untuk meningkatkan minat baca. Masih sangat jarang kampanye-kampanye luar biasa dari pegiat literasi untuk meningkatkan minat baca. Hal ini hanya dilakukan oleh segelintir orang yang sadar akan pentingnya membaca buku.
Bandingkan dengan iklan ponsel pintar dan operator seluler yang tiap hari gencar berpromosi tentang ponsel model terbaru dan paket internet murah melalui berbagai media seperti televisi, koran, dan media sosial.
Seandainya ada upaya segencar itu yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku, mungkin hasilnya akan lebih baik daripada saat ini.
Tapi sebagai masyarakat, kita tidak boleh selalu menunggu upaya pemerintah. Kita sebenarnya bisa membangun kesadaran sendiri terhadap pentingnya membaca buku ini. Salah satunya membulatkan komitmen untuk selalu membaca buku.
Di saat kebiasaan membaca ditinggalkan dan lebih memilih untuk menghibur diri sampai mati dengan berfokus pada ponsel pintar yang semu. Di saat itu pula kita akan tetap menjadi masyarakat yang tertinggal. Masyarakat yang primitif meskipun mengaku modern.
Manusia-manusia di Indonesia menjelma masyarakat apatis yang berpikiran sempit dan fanatik tanpa sikap kritis. Itu terjadi karena kehilangan kesadaran akan arti pentingnya membaca buku. Masyarakat terjebak di dalam kebiasaan-kebiasaan yang membunuh diri sendiri secara perlahan-lahan tanpa disadari.
Semoga segera berakhir! Akankah?  (Muh. Rido)
 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *