Example 728x250
Berita

Apresiasi Budaya Marimpa Salo, Bupati, Penting Tidak Bertentangan Agama Islam

289
×

Apresiasi Budaya Marimpa Salo, Bupati, Penting Tidak Bertentangan Agama Islam

Share this article
Example 468x60

Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa disambut diacara pembukaan budaya Marimpa Salo

SINJAI, POROSMAJU.com– Pesta adat Marimpa Salo yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan kembali digelar, Rabu (10/10/2018).
Ratusan warga turut hadir menyaksikan event tahunan ini termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain itu, hadir pula Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa, Kepala Sub Direktorat Pengetahuan dan Ekspresi Budaya Kemendikbud RI F.Sri Lestariyati,
wakil Ketua DPRD Sinjai, Forkopimda, segenap pejabat di Lingkup Pemkab Sinjai serta para camat, Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh dan tokoh pemuda.
Kepala Desa Bua, Andi Asis Soi mengatakan marimpa salo yang merupkan tradisi menghalau ikan disungai apareng perbatasan desa sanjai dan desa Bua Kecamatan Tellulimpoe itu juga sebagai wujud rasa syukur terhadap hasil panen yang melimpah baik itu dari sektor perikanan, kelautan dan pertanian.
“Pesta adat marimpa salo ini tiap tahun kita selenggarakan bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai, bahkan ritual marimpa salo ini telah dikenal diseluruh indonesia,” ungkap Andi Asis Soi disela acara Marimpa Salo berlangsung.
Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu, Bupati Sinjai dalam sambutannya mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sinjai, pemerintah dan masyarakat desa Bua karena masih tetap eksis dalam mempertahankan budaya kearifan lokal Sinjai dan sampai hari ini masih sempat melaksanakan event budaya ini secara berkala setiap tahunnya.
Menurut dia, sebagai warga Kabupaten Sinjai patut bersyukur karena di anugerahi dengan kekayaan budaya, semoga kegiatan ini dapat dikemas dengan baik dan menjadi potensi wisata yang bernilai tinggi sehingga dapat menjadi sektor unggulan dalam pengembangan industri di Kabupaten Sinjai.
“Jalinan kordinasi seperti ini yang harus kita tetap jaga dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah di kabupaten Sinjai. Sebagai warga Sinjai kita patut senantiasa bersyukur, hanya saja pesan saya dalam promosi wisata dan budaya, esensi ritual budaya harus tetap terjaga keasliannya, yang penting tidak bertentangan dengan agama Islam,” jelasnya.
Selain itu, Kepala Sub Direktorat Pengetahuan dan Ekspresi Budaya Kemendikbud RI F.Sri Lestariyati, saat membacakan sambutannya, dia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai yang menjadikan tradisi budaya sebagai wadah untuk menjaga kebersamaan dan solidaritas sesama warga masyarakat.
Seperti pesta adat Marrimpa Salo adalah salah satu tradisi yang harus dilestarikan terus-menerus karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai karena masih solid dalam kebersamaan sesama masyarakat dalam mempertahankan budaya kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sinjai, dan perlu dipahami bahwa tradisi kearifan lokal itu patut dipertahankan dan harus tetap dijaga kelestariannya,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, panitia pelaksana, Disparbud Kabupaten Sinjai mengemas event tahunan ini dengan berbagai macam lomba seperti perahu hias, lomba renang, karaoke, catur, domino dan lomba balap perahu serta beberapa kegiatan ritual  seperti tari Pattapi, Mappadekko, Mallanca, lomba tangkap bebek dan Mappelo. (JUMARDI).
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *