Porosmaju.com, Malino, Gowa – Rapat Kerja (Raker) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Tahun Akademik 2026–2027 menghasilkan 2.359 program kerja yang akan menjadi agenda institusi dalam kurun waktu sekitar 365 hari ke depan.
Jumlah tersebut bertambah dari 2.263 usulan awal yang dihimpun dari berbagai unit di lingkungan Unismuh. Setelah dibahas dalam lima komisi sidang dan diplenokan, muncul tambahan 96 program sehingga jumlahnya menjadi 2.359 program kerja.
Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU. menyampaikan hal itu saat penutupan Raker di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Rabu, 26 Agustus 2026.
“Draft program kerja yang diusulkan oleh tim sejumlah 2.263, tadi hasil komisi dan diplenokan bertambah 96, sehingga totalnya 2.359 program kerja yang akan diselesaikan dalam waktu kurang lebih 365 hari,” ujar Rakhim.
Raker selama dua hari tersebut mempertemukan unsur Badan Pembina Harian (BPH), rektorat, input, fakultas, program studi, badan, lembaga, direktorat, pusat, hingga unit dan amal usaha di lingkungan Unismuh Makassar.
Masuk Tahap Rasionalisasi
Rakhim menjelaskan, 2.359 program tersebut belum berarti seluruhnya otomatis memperoleh alokasi anggaran dalam bentuk yang sama.
Setelah Raker, universitas akan membentuk tim kecil atau tim ad hoc untuk melakukan rasionalisasi program. Proses tersebut diperlukan untuk mempertajam skala prioritas, kemampuan pembiayaan, serta keterkaitan setiap program dengan kebutuhan strategi universitas.
Menurut Rektor, proses penyusunan telah dimulai jauh sebelum Raker. Tim menghimpun aspirasi dari seluruh unit kerja, kemudian meramu dan mengelompokkannya ke dalam lima sektor unggulan sebelum dibahas dalam sidang komisi dan pleno.
“Tinggal nanti akan dirasionalisasi di tingkat universitas. Tentu saja anggotanya juga ad hoc lagi,” kata Rakhim.
Rektor berharap tim kecil dapat menuntaskan proses tersebut sebelum pertengahan September sehingga program kerja dapat segera bergerak efektif pada tahun akademik 2026–2027.
Disiapkan Menuju Akreditasi Unggul 2029
Rakhim menegaskan, ribuan program tersebut bukanlah kumpulan kegiatan yang berdiri sendiri. Program butir-butir disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan strategi Unismuh penyelenggaraan reakreditasi institusi pada tahun 2029.
Unismuh saat ini telah memasuki TS-2. Anggaran tahun berikutnya akan berada pada TS-1, sehingga pencapaian program pada periode tersebut memiliki posisi penting dalam memastikan perjalanan Akreditasi Unggul.
“Mari membangun kekompakan di atas good university governance yang sudah kita desain sedemikian rupa. Tinggal peran-peran kita semua untuk merekatkan semua sumber daya di kampus ini secara baik,” pesannya.
Pesan Ketua BPH dan PWM
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Dr Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA. menilai Raker di Malino tidak hanya menghasilkan rumusan program kerja, tetapi juga memberi ruang bagi penguatan komunikasi antarpimpinan dan unit.
“Yang jelas banyak komunikasi, banyak hubungan, banyak ketawa yang kita dapatkan,” ujar Gagaring dalam Berbagai Singkat pada penutupan Raker.
Kebersamaan tersebut menjadi penting karena pelaksanaan 2.359 program memerlukan sinergi lintas bidang. Program akademik, sumber daya, kemahasiswaan dan AIK, penjaminan mutu, sistem informasi, perencanaan, serta daya saing tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Dr Ir H Muhammad Syaiful Saleh, M.Si. memberikan pesan spiritual pada penghujung rangkaian Raker.
Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 159 yang memuat pesan tentang sikap lemah lembut, musyawarah, pengambilan keputusan, dan tawakal.
Syaiful menekankan bahwa proses Raker telah berlangsung melalui diskusi bersama. Setelah keputusan dihasilkan, seluruh universitas perlu bertindak dengan sungguh-sungguh.
“Hanya karena rahmat Allah kita bisa berlaku lemah lembut. Tentu itu harus,” pesannya.
Ia kemudian mengingatkan pesan fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah, yakni setelah keputusan ditetapkan, langkah berikutnya ialah melaksanakan dengan keyakinan dan bertawakal kepada Allah.
Berakhirnya Raker menggeser tantangan Unismuh dari fase penyusunan program menuju pelaksanaan dan pengukuran dampak. Sebanyak 2.359 program yang lahir dari proses aspirasi, komisi, dan pleno selanjutnya akan dirasionalisasi agar realistis, terukur, serta selaras dengan transformasi Unismuh menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan bereputasi global.
Secara substantif, agenda-agenda tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan mutu akademik, SDG 16 Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola universitas yang baik, serta SDG 17 Kemitraan untuk mencapai Tujuan melalui kerja kolaboratif antarunit dan berbagai mitra. Dengan demikian, program kerja Raker tidak hanya diarahkan pada pencapaian internal universitas, tetapi juga pada kontribusi Unismuh terhadap pembangunan berkelanjutan.
















