Example 728x250
Berita

Mentan Amran Siapkan Dukungan Pertanian bagi Mahasiswa Unismuh

16
×

Mentan Amran Siapkan Dukungan Pertanian bagi Mahasiswa Unismuh

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) untuk terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan produktif. Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan dukungan pengolahan tanah dan pendanaan untuk pengembangan komoditas strategis, seperti kakao, mete, dan jagung.

Peluang tersebut disampaikan Amran seusai menghadiri Ta’aruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Unismuh Makassar di Makassar, Sabtu, 12 September 2026. Menurut dia, kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda diperlukan agar sektor pertanian tidak hanya menjadi penyedia pangan, tetapi juga membuka sumber penghasilan baru bagi anak muda.

Example 300x600

“Kalau ada lahan kami siapkan. Yang kami anggarkan sekarang ada kakao, mete, jagung, itu gratis pengolahan tanahnya, tunjuk saja tanahnya kami siapkan pendanaannya,” kata Amran.

Amran mengatakan, dukungan tersebut terbuka untuk dikolaborasikan dengan Unismuh Makassar. Ia meminta Rektor Unismuh Makassar berkomunikasi dengan jajaran Kementan untuk mengidentifikasi lahan yang berpotensi dikembangkan.

“Pak Rektor nanti komunikasi dengan Pak Dirjen dan Pak Kepala Badan yang saya bawa. Boleh. Kita ini harus kolaborasi. Kita ini harus produktif,” ujar Amran.

Pertanian sebagai Peluang Ekonomi Generasi Muda

Menurut Amran, sektor pertanian memiliki ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi. Ia menilai ketersediaan lahan dan beragam subsektor pertanian membuat anak muda memiliki banyak pilihan usaha, mulai dari pertanian tanaman pangan hingga perkebunan dan hortikultura.

“Jadi sebenarnya tidak ada kata menganggur. Negara kita ini besar, yang penting mau kerja. Persoalannya kalau pilih-pilih kerja,” katanya.

Amran mencontohkan kopi dan kakao sebagai komoditas yang memiliki prospek ekonomi apabila dikelola secara serius dan produktif. Ia menyebut pendapatan dari pertanian pada skala tertentu bahkan dapat melampaui penghasilan sejumlah pekerjaan formal.

“Bertani itu kalau kita tanam 2–3 hektare atau 5 hektare, apalagi kopi, kakao, itu penghasilannya di atas pegawai negeri yang baru diterima. Bahkan kemarin ada yang ikut pertanian modern itu pendapatannya Rp20 juta, di atas gaji menteri,” ungkap Amran.

Karena itu, Amran meminta generasi muda mengubah pandangan terhadap sektor pertanian. Ia menilai pertanian tidak semestinya ditempatkan sebagai pilihan terakhir bagi mereka yang belum memperoleh pekerjaan di sektor formal.

“Jadi kalau ada orang mengatakan ‘saya menganggur’ itu tidak masuk akal bagi kami karena kami juga pernah alami, kami kerja dari desa, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura sangat luas,” ujar Amran.

Bantuan untuk Mahasiswa Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Kehadiran Amran di Unismuh Makassar tidak hanya membahas peluang ekonomi melalui sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menaruh perhatian pada pembangunan karakter mahasiswa serta memberikan bantuan kepada sejumlah mahasiswa baru yang merupakan penghafal Al-Qur’an dan yatim piatu.

Amran mengatakan bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada mahasiswa yang tetap berjuang menempuh pendidikan meskipun memiliki keterbatasan dukungan keluarga. Ia menyebut sebagian penerima bantuan bahkan tidak lagi memiliki orangtua dan harus mengandalkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.

“Itu anak kita yang lagi berjuang. Tapi dia adalah yatim piatu, tidak ada bapak, tidak ada ibu. Bahkan ada yang numpang. Alhamdulillah tadi kami memberikan beasiswa Rp10 juta satu orang yang tadi betul-betul tidak punya orang tua, kemudian anak-anakku yang lain Rp5 juta,” kata Amran.

Pendidikan Karakter dan Integritas

Ia menambahkan, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Menurut Amran, pendidikan karakter harus berjalan bersamaan dengan penguatan kompetensi agar mahasiswa memiliki integritas ketika kelak memasuki dunia kerja maupun menjalankan usaha.

“Ini harus kita dorong. Kenapa? Moral karakter harus dibangun dari masa muda, dari masa kecil, dari mahasiswa harus kita bangun. Harus bermental jujur, harus berkarakter kuat, harus peduli pada sesama, antikorupsi, jangan mengambil kalau bukan hakmu,” jelasnya.

Pesan tersebut melengkapi dorongan Amran agar mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Ia ingin generasi muda memiliki keberanian untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia, termasuk melalui sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia.

Bagi Unismuh Makassar, peluang kolaborasi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis lahan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap ketahanan pangan. Tindak lanjut komunikasi antara kampus dan Kementan diharapkan dapat memetakan lahan serta komoditas yang memungkinkan dikembangkan secara berkelanjutan.

Amran menegaskan, pengembangan lahan produktif harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan pemuda dapat mendorong lahirnya generasi yang mandiri secara ekonomi sekaligus berkarakter kuat.

“Kesimpulannya kalau kita tidak mau menganggur, bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda tidur, Indonesia menjadi superpower,” tegas Amran.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *