Porosmaju.com, Makassar — Kemampuan mengelola keuangan sejak masa kuliah menjadi salah satu bekal penting mahasiswa untuk menata masa depan. Karena itu, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) diminta mulai belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Ihyani Malik MSi saat membawakan materi “Literasi Finansial Mahasiswa: Cerdas Mengelola Keuangan, Bijak Menata Masa Depan” dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu, 12 September 2026, di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.
Menurut Ihyani, persoalan pengelolaan keuangan mahasiswa sering kali bermula dari ketidakmampuan membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sekadar diinginkan.
“Problemnya hanya satu. Kita susah membedakan yang mana kebutuhan, yang mana keinginan. Bedakan kebutuhan dan keinginan,” ujarnya.
Ia memberi contoh sederhana. Makan merupakan kebutuhan karena tidak dapat ditunda. Namun, makan di tempat mahal atau selalu memilih jenis makanan tertentu sudah masuk kategori keinginan.
Hal serupa berlaku pada kebutuhan berpakaian dan perlengkapan kuliah. Mahasiswa memang memerlukan sepatu untuk ke kampus, tetapi tidak berarti harus membeli sepatu bermerek.
“Kelola keuangan dengan bijak,” pesannya.
Uang Kuliah Masih dari Orang Tua
Ihyani mengingatkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki penghasilan sendiri. Biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari masih ditanggung orang tua atau keluarga.
Kondisi itu justru membuat mahasiswa harus lebih berhati-hati dalam menggunakan uang.
“Ananda ini sebagian besar bukan uang sendiri. Ananda dibiayai oleh orang tua atau mungkin orang lain, keluarga yang membiayai di sini. Jadi harus bijak mengatur,” katanya.
Ia menyarankan mahasiswa berdiskusi terbuka dengan orang tua mengenai besaran uang bulanan yang dapat diberikan. Dengan mengetahui batas anggaran sejak awal, mahasiswa lebih mudah merencanakan pengeluaran.
Menurut Ihyani, alasan belum mempunyai penghasilan bukan pembenaran untuk tidak merencanakan keuangan.
“Jangan bilang, saya kan belum punya penghasilan. Justru karena kalian tidak punya penghasilan maka harus lebih bijak. Harus lebih baik perencanaannya,” tegasnya.
Berburu Beasiswa
Dalam paparannya, Ihyani juga memperkenalkan sejumlah peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswa Unismuh.
Beasiswa tersebut antara lain berasal dari Unismuh Makassar, pemerintah melalui KIP Kuliah, beasiswa unggulan, beasiswa bagi penyandang disabilitas, Baznas, perbankan, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga mitra.
“Jangan putus asa kalau berburu beasiswa. Banyak jenisnya,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan setiap beasiswa memiliki persyaratan masing-masing. Salah satu yang sering menjadi pertimbangan adalah capaian akademik.
Karena itu, mahasiswa didorong menjaga prestasi sejak semester awal sekaligus aktif mencari informasi mengenai peluang pembiayaan pendidikan, termasuk beasiswa dari pemerintah daerah asal.
Sebagai Wakil Rektor II, Ihyani juga memperkenalkan kepada mahasiswa baru sumber daya manusia, layanan administratif, dan sejumlah aset yang dimiliki Unismuh.
Ia menjelaskan bahwa tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan administratif kepada mahasiswa, mulai dari urusan keuangan hingga layanan akademik.
Ihyani bahkan meminta mahasiswa tidak segan menyampaikan kepada pimpinan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai standar.
“Kalau tidak sesuai, tolong sampaikan ke kami. Kalau ada pelayanan yang ananda dapatkan tidak bagus layanannya atau tidak sesuai dengan standar operasional prosedur, tolong dilaporkan kepada pimpinan,” ujarnya.
Menurut dia, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga tenaga kependidikan dan sistem pelayanan yang menopang proses belajar mahasiswa.
Kenalkan Fasilitas Unismuh
Ihyani juga memperkenalkan sejumlah fasilitas dan aset Unismuh yang dapat mendukung aktivitas mahasiswa, antara lain Masjid Subulussalam Al-Khoory dan Rumah Tahfiz, Balai Sidang Muktamar Ke-47, RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar, pusat pendidikan dan pelatihan, tambak, Unismuh Medical Center, hingga perpustakaan.
Khusus mahasiswa penghafal Al-Qur’an, ia menyebut keberadaan Rumah Tahfiz sebagai ruang untuk menjaga dan mengembangkan hafalan selama menjalani pendidikan di Unismuh.
Ia juga menyebut perpustakaan Unismuh telah menyediakan layanan dalam bentuk cetak maupun digital untuk menunjang kebutuhan akademik mahasiswa.
Melalui pengenalan tersebut, Ihyani ingin meyakinkan mahasiswa baru bahwa mereka akan belajar dalam lingkungan yang didukung sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai.
Namun, di balik seluruh fasilitas itu, ia kembali mengingatkan satu keterampilan yang harus mulai dibangun sejak awal kuliah: kemampuan mengelola diri dan keuangan secara bertanggung jawab.
“Kelola keuangan sejak dini, masa depan cerah pun akan hadir,” tutup Ihyani.
















