Example 728x250
Berkhas

Harga BBM Diam-diam Naik saat Rakyat Tertidur Pulas

7
×

Harga BBM Diam-diam Naik saat Rakyat Tertidur Pulas

Share this article
Example 468x60

Harga BBM Diam-diam Naik saat Rakyat Tertidur Pulas
Ilustrasi (jawaban.com)

POROSMAJU.COM, Terhitung sejak Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 00.00, PT Pertamina (Persero) menetapkan harga baru jenis bahan bakar minyak non-penugasan (nonsubsidi) yang berlaku. Jenis BBM yang naik meliputi: Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
PT Pertamina (Persero) mengakui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax ini. Perusahaan migas pelat merah itu menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut mengekor tren kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh angka US$60-US$65 per barel.
Kenaikan di berbagai daerah meliputi;
Jawa-Bali: Rp 8.900,- dari harga semula Rp 8.600,-
Riau: Rp 9.000,- dari harga semula Rp 8.700,-
Papua: Rp 11.050,- dari harga semula Rp 10.050
Di awal tahun 2018, setidaknya Pertamina sudah menaikkan beberapa kali harga bahan bakar. Sebelumnya 13 Januari, kemudian harga Pertalite juga naik pada akhir Januari.
Banyak warganet yang menuliskan cuitannya perihal harga bahan bakar yang naik secara diam-diam dengan hashtag #hargaBBMnaik dan #SalamGigitJari
Seperti yang ditulis oleh pemilik akun @isartikadewi melalui cuitannya di Twitter.
“Mudah2an jadi solusi terbaik walaupun kita banyak menggelengkan kepala dan mengelus dada,” tulisnya.
Cuitan @isartikadewi juga mengunggah gambar dengan keterangan gambar tentang patokan harga BBM.
“Kalau harga BBM patokan dunia (dollar) sedangkan gaji patokan rupiah, di mana letak keadilannya bos.”
Vice President Corporate Communications Pertamina, Adiatma Sardjito, melalui rilis CNN Indonesia Minggu, 25 Februari 2018, mengatakan, kenaikan harga Pertamax masih dalam batas wajar. Tren harga minyak dunia yang naik takbisa dikendalikan.
“Jadi, kami melakukan penyesuaian harga dengan melihat harga minyak dunia. Namun, kenaikannya masih dalam batas wajar lah. Harganya (Pertamax) tetap lebih murah kalau dibandingkan dengan toko sebelah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, Minggu, 25 Februari 2018, mengatakan, harga BBM nonsubsidi berpeluang naik lagi karena dipengaruhi cadangan minyak di pasar yang semakin menipis.
“Kalau OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi) enggak menaikkan produksinya, maka saya kira harganya bisa bergerak naik, karena OPEC mematok produksi minyaknya enggak naik,” ujar Fabby.
Hingga April 2018, Fabby memperkirakan harga minyak dunia hanya akan bertengger di kisaran USD 60-65 per barel. Ia juga menjelaskan bahwa faktor naiknya harga minyak dunia adalah produksi, permintaan, selain faktor cuaca, dan perbaikan kilang.
Berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di Januari 2018, produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada Desember 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan November 2017 sebesar 0.06 juta bph, dari 39,18 juta bph menjadi 39,12 juta bph.
Sementara itu, produksi minyak mentah dari negara-negara non-OPEC pada Desember 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan November 2017 sebesar 0.35 juta bph, dari 58,95 juta bph menjadi 58,60 juta bph.
Kemudian, acuan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price atau ICP) per 4 Januari 2018 sebesar USD 65,59/barel, naik sebesar USD 4,69/barel dari semula USD 60,90/barel pada Desember 2017.
Peningkatan rata-rata minyak mentah Indonesia tersebut, sesuai dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional. Harga minyak mentah dunia saat ini ada di kisaran USD 60-65 per barel.
 
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *