Porosmaju.com, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memperkuat kolaborasi internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Sustainable Waste Management: Opportunities and Challenges”, Rabu 20 Mei 2025. Kegiatan yang digelar secara daring itu menghadirkan akademisi dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Unismuh Makassar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Unismuh Makassar dan UTHM Malaysia yang selama ini aktif menghadirkan forum akademik internasional bagi dosen dan mahasiswa.
International Guest Lecture dibuka oleh Kepala Sustainable Waste Solution Center (SWSC) Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si, serta Deputy Director of TRANSFORM UTHM Malaysia, Prof. Madya Dr. Fadillah Binti Ismail.
Dalam sambutannya, Fadillah menyebut forum akademik internasional itu menjadi ruang penting untuk memperkuat jejaring akademik, kolaborasi riset, dan pertukaran pengetahuan antara kedua perguruan tinggi.
Ia mengatakan, tema pengelolaan sampah berkelanjutan sangat relevan dengan pengembangan lingkungan kampus hijau dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat besar bagi dosen dan mahasiswa, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional antara UTHM dan Unismuh Makassar,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Fatmawati A. Mappasere menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini bukan hanya isu lingkungan, melainkan juga menyangkut tata kelola, kesehatan, perilaku, dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghadirkan solusi nyata melalui edukasi, inovasi, dan perubahan budaya pengelolaan sampah.
Ia menjelaskan, SWSC Unismuh Makassar hadir sebagai pusat edukasi, riset, inovasi, dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis keberlanjutan.
“SWSC tidak hanya menangani sampah secara teknis, tetapi juga menjadi pusat perubahan perilaku dan budaya peduli lingkungan di lingkungan kampus,” katanya.
Fatmawati juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan SWSC, mulai dari pengelolaan bank sampah kampus, rumah kompos, hingga pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).
Pada sesi pemaparan materi, Guru Besar Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Prof. Dr. Syamsia, S.P., M.Si, membawakan materi bertajuk “Waste Management and Green Campus: From Organic Waste to Biofertilizer, Biochar, and Biobriquettes”.
Ia menjelaskan bahwa limbah organik kampus memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti biofertilizer, biochar, dan biobriket.
















