Example 728x250
Hiburan

Lucunya Cara Pemimpin Dunia Saling Mencemooh

10
×

Lucunya Cara Pemimpin Dunia Saling Mencemooh

Share this article
Example 468x60

Karikatur Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Korut Kim Jong-Un (The Mercury New.com)

POROSMAJU- Meski memiliki posisi dan jabatan yang tinggi, tidak berarti pejabat-pejabat negara tidak terlepas dari cemooh. Masyarakat mecemooh pemimpinnya, mungkin sering dijumpai.
Akan tetapi, bagaimana dengan cemooh yang berasal sesama pejabat dan pemimpin negara? Tentu ini merupakan hal yang menarik.
Cemooh pemimpin negara terkadang begitu kasar, tetapi ada juga sarkas dan terkesan lucu. Dapat dipahami, komunikasi antarpejabat negara ketika mengalami perbedaan ideologi atau pun perbedaan pendapat yang terlalu tajam, akan berujung pada kritikan berupa cemooh.
Berikut ini beberapa cemooh pejabat atau pemimpin negara terhadap satu sama lain.
Amerika Serikat VS Korea Utara
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara tidak hanya pada persoalan senjata nuklir, tetapi juga terjadi antara pribadi kedua pemimpin mereka.
“Mereka akan menghadapi serangan dan kemarahan yang belum pernah dunia lihat sebelumnya,” kata Donald Trump menanggapi beberapa ujicoba senjata nuklir Korea Utara.
Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara (Korut), pun beberapa hari kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan bahasa yang lebih satir. Kim menyebut Trump sebagai orang yang hilang ingatan.
“Sepertinya dialog tidak akan bisa dilakukan dengan seorang yang hilang ingatan,” kata Presiden Korea Utara tentang Donald Trump.
Pada bulan September 2017, Trump dan Kim juga terlibat perang kata-kata. Masih dengan persoalan yang sama, keduanya saling mencaci-maki.
“Jika dipaksa untuk mempertahankan sekutu kami, kami tidak punya pilihan kecuali menghancurkan Korea Utara. “Si Manusia Roket” dalam misi bunuh diri untuk dirinya dan rezimnya,” ucap Donald Trump.
Pemerintah Korut pun tidak tinggal diam. Ia mengucapkan cacian yang tidak kalah getirnya dari kata “Manusia Roket”. Ia mengatai Trump, tua, lemah, dan bermental gila.
“Saya sudah jelas dan tentu saja akan menjinakkan Amerika Serikat yang tua, lemah, dan bermental gila itu dengan tembakan.”
Pada tahun 2014, saat Amerika Serikat masih di bawah kepemimpinan Barrack Obama,  Pemerintah Korut melalui kantor berita resmi Korut pernah mengolok-olok Obama dan Park Geun-Hye, presiden Korea Selatan (Korsel).
“Park telah memberikan peryataan bodoh. Dia kembali mengundang “Monyet Hitam Penguasa AS ke Korsel,” cela Kim.
Selain mengolok Obama, Korut juga melibas pemerintah Korsel dengan cacian yang lebih jalang.
“Perilaku Park Geun-Hye terhadap Obama ibarat seorang gadis cilik yang meminta seorang gangster untuk memukuli orang yang tidak disukai. Pelacur cilik itu mencoba menjebak seseorang dengan memberikan tubuhnya kepada seorang mucikari yang sangat berkuasa”.
Wow bukan? Hehehe.
Hugo Chaves
Hugo Chaves, salah satu tokoh revolusioner asal Venezuela. Ia merupakan pemimpin negara yang gemar mengolok-olok pemimpin dunia.
Pada Maret 2006 di acara televisi nasional, Chavez mengatakan George W. Bush dengan sebutan “keledai”, “pembunuh”, “pecandu alkohol”, sampai “sosok tanpa moral”
Selain itu, pada saat pemiliahn presiden AS antara Barrack Obama vs John McCain, Chavez melontarkan ejekan kepada wakil McCain, Sara Palin, Mantan Ratu Kecantikan AS.
“Saya menyaksikan calon wakil presiden itu. Di sana dia berbicara tentang ‘Diktator Hugo Chavez’. Kasihan, kita hanya merasa kasian.”
Chaves kemudian melanjutkan dengan menyebut Sara sebagai boneka.
“Dia seorang ratu kecantikan yang mereka pilih menjadi boneka. Kita harus katakan seperti disampaikan Kristus: Maafkanlah dia, dia taktahu apa yang dikatakannya,” ejek Chavez.
Parlemen Inggris
Tapi untuk olok-olok pengundang tawa, Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill-lah yang paling fenomenal.
Sebagaimana dalam Tirto.id, disebutkan bahwa Nancy Astor, anggota parlemen perempuan pertama Inggris, mengejek Churchill.
“Seandainya saya istri Anda, saya sudah racuni kopi Anda.”
Churchill pun menjawab santai ejekan Nancy dengan sederhana namun penuh sarkas dan menundang gelak-tawa.
“Jika saya suami Anda, saya akan minum kopi itu,” timpal Churccill.
Pada 1964, Churchill bertemu Bessie Braddock, Anggota Parlemen dari Partai Buruh Inggris. Braddock mengatakan pada Sang perdana menteri:
“Winston, Anda mabuk!”
Seperti biasanya Churchill pun menjawab seenaknya.
“Madam, Anda tetap jelek ketika saya sudah sadar paginya.”
Betapa menarik tingkah saling cemooh para pemimpin dunia tersebut. Dari sini, dapat dilihat, betapa kata-kata, bahasa memang merupakan alat untuk adu kuat dan kuasa.
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *