Example 728x250
Berita

Kolaborasi Internasional, Unismuh–UTHM Kupas Dampak AI terhadap Pendidikan Bahasa

71
×

Kolaborasi Internasional, Unismuh–UTHM Kupas Dampak AI terhadap Pendidikan Bahasa

Share this article
Example 468x60

Porosmaju.com, Makassar– Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menggelar kuliah tamu internasional bertema Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Buatan dan Komunikasi Digital, Selasa 3 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom itu membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap proses pembelajaran, komunikasi, dan praktik penulisan akademik di perguruan tinggi.

Agenda tersebut merupakan kolaborasi antara Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) dengan Pusat Pengajian Bahasa UTHM. Forum ini menghadirkan tiga pembicara dari kedua institusi untuk mengulas praktik serta tantangan pembelajaran bahasa di tengah perkembangan komunikasi digital.

Example 300x600

Dekan Pusat Pengajian Bahasa UTHM, Prof Madya Dr Azmi bin Abdul Latif, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat kualitas pendidikan bahasa.

“Program seperti ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas jejaring internasional dan mendorong pertukaran pengetahuan di era digital yang terus berubah,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Menurut Azmi, perkembangan AI telah mengubah cara pengajar dan mahasiswa berinteraksi dengan bahasa, mulai dari proses menulis hingga komunikasi akademik. Karena itu, lembaga pendidikan dituntut beradaptasi secara inovatif tanpa mengabaikan integritas akademik.

Ketua LP2B Unismuh Makassar, Prof Sulfasyah, M.A., Ph.D., menegaskan urgensi tema yang diangkat dalam forum tersebut.

“Sebagai pendidik, kita harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kualitas dan etika pendidikan,” katanya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, penguatan kerja sama dengan UTHM menjadi bagian dari strategi internasionalisasi institusi. Kolaborasi tersebut membuka peluang riset bersama, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

Pada sesi pertama, Dr Radiah Hamid selaku representatif Unismuh Makassar yang juga Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris memaparkan materi bertajuk Umpan Balik Korektif dalam Proses Pembelajaran dan Pengajaran. Ia menegaskan bahwa AI tidak akan mengurangi kebutuhan terhadap guru di kelas.

“AI dapat mengotomatisasi beberapa tugas, tetapi tidak dapat menggantikan pendampingan, empati, dan bimbingan yang diberikan guru. Peran guru akan bergeser, tetapi tetap sentral,” ujarnya.

Radiah menjelaskan, umpan balik korektif bertujuan meningkatkan performa mahasiswa dengan menyoroti kesalahan secara objektif dan spesifik, serta berfokus pada tugas, bukan pada karakter pribadi. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa positif dan arahan yang jelas agar mahasiswa tetap termotivasi.

Sesi kedua menghadirkan Prof Madya Dr Zulida Binti Abdul Kadir dengan materi Dampak Komunikasi Berbantuan AI terhadap Kecemasan Berkomunikasi pada Pembelajar Bahasa Kedua. Ia memaparkan bahwa kecemasan berkomunikasi merupakan rasa takut atau cemas saat berinteraksi, baik secara lisan maupun tertulis.

“Hasil penelitian kami menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan berkomunikasi setelah mahasiswa mengikuti intervensi berbantuan AI,” kata Zulida.

Menurut dia, AI menyediakan lingkungan latihan yang aman dan tidak menghakimi, sehingga mahasiswa dapat berlatih tanpa tekanan sosial secara langsung. Interaksi non-emosional dari sistem AI dinilai membantu meningkatkan kepercayaan diri dan frekuensi latihan berbicara.

Adapun sesi ketiga dibawakan Prof Madya Dr Sarala melalui materi Instruksi Berbantuan AI dalam Meningkatkan Praktik Penulisan Akademik Mahasiswa Pascasarjana. Ia menguraikan sejumlah tantangan penulisan akademik, mulai dari penyusunan argumen, koherensi paragraf, hingga isu plagiarisme.

“Alat AI dapat membantu pemeriksaan tata bahasa, kejelasan kalimat, dan penyuntingan awal, tetapi berpikir kritis tetap menjadi tanggung jawab penulis,” ujarnya.

Sarala menegaskan, penggunaan AI harus disertai transparansi serta menjunjung tinggi integritas akademik agar tidak melanggar etika penulisan ilmiah.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab selama 30 menit yang dimanfaatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk berdiskusi langsung dengan para pemateri. Diskusi menyoroti praktik etis penggunaan AI serta strategi implementasinya dalam pembelajaran bahasa.

Melalui kuliah tamu internasional ini, Unismuh Makassar dan UTHM berharap dapat memperkuat kerja sama akademik secara berkelanjutan. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam merespons transformasi digital sekaligus menjaga mutu pendidikan bahasa di era kecerdasan buatan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *